Di Telepone Bos Besar

Februari 2, 2009

Di telephone bos besar

Ini cerita salah satu temanku di kantor. Sore Itu beliau pulang kerja agak awal, sesampainya di rumah langsung masuk kamar dan melepas celana panjangnya, tiba tiba HP nya berdering, dari nada deringnya ia tahu bahwa bos besar yang menelpon.

Segera ia ambil HP dan mengangkat telepon. Biar tidak diganngu oleh anaknya sambil menerima telepon dia berjalan keluar kamar. Anaknya teriak teriak…ayah, ayah. Di abaikan saja. Istrinya teriak Ayahhh………dia tetap melenggang menuju teras depan. Konsentrasi bo..berbincang sama bos besar. Di teras dia menerima telepon dari bos,..tiba tiba istrinya datang sambil membawa anduk dan langsung mengikatkan di binggangnya….ya ampun temenku hampir pinsan menyadari dia menerima telepon di teras hanya menggunakan celana dalam!!!!!!!!!!!!!!!! Huhaha semua teman di kantor tertawa mendengar cerita dia. Ini pelajaran bagi kita semua walau bos yang menelpon tetap harus sadar lingkungan………makasih Pak ya ceritanya

Iklan

Poniku Sayang

Januari 24, 2009

Kamis, 22 Januari 2009,

Ada nggak ya penelitian mengenai pengaruh poni terhadap tingkat kemiringan badan?

Hari ini dorie potong poni di salon wana belakang kantor. Katanya sech biar kelihatan lebih muda…hehe. Dianter Dayu mereka jalan memanfaatkan waktu istirahat. Aku ga ikutan karena seperti biasa ”SIBUK” (aku bersyukur kalian bisa memakluminya…thax ya friend). Karena ga banyak yang harus di pangkas (aku gunakan istilah ini karena rambutmu kan kayak tetehan dor………..kik..kik) tak lama mereka dah kembali. Dorie nyamperin gw n minta komentar poni barunya…….Gw bilang Ok lo tampak lebih muda. Seneng banget tuh dorie denger komentar gw…tapi semakin siang gw perhatiin ko ada yang aneh dengan anak ini…ngapain kalau jalan n ngetik di kompeter badannya makin miring aja. Gw tanya dor lo kenapa ko sejak potong poni jalan n duduknya jadi miring gitu….Tahu apa yang gw dapat karena komentar gw…dia teriak histeris n mencekik leher gw..iseng aja seh lo… tapi dia bilang: gw takut poni gw rusak (huhaha…..dorie dorie buat apa lo kelihatan lebih muda kalau lo jadi MIRINGGGGGGG). Kayaknya gw bakal dilempar sandal nech kalau dia baca tulisan ini. Besok kita foto ya dor tuk buktiin lo makin miring ato ga…hehe

Intermezo

Januari 22, 2009

Intermezo

Pojok kedai akan menceritakan tentang kejadian kejadian ringan, lucu dan mengelitik yang aku dan teman temanku alami di sela rutinitas pekerjaan kantor.

Cerita diawali hari Rabu tanggal 21 Januari 2009,

Siang itu Dayu dan Dhana pergi ke kantor Jamsostek di kawasan Gatot Subroto untuk urusan keanggotaan karyawan. Bukan hal asing lagi mereka berurusan dengan Jamsostek (karena memang pekerjaan mereka). Sambil bersenda gurau mereka memasuki kantor Jamsostek, karena lama menunggu lift yang akan membawa mereka ke lantai 3 akhirnya mereka berinisiatif naik tangga saja (keputusan yang patut di hargai…mengingat mereka bukan orang orang yang hobby berolah raga….hehe maaf ya Day..)

Sampai di lantai 3 dengan nafas yang terenggah enggah mereka dikejutkan oleh kenyataan bahwa Jamsostek sudah pindah ke gedung sebelah..yang mereka dapati hanya setumpukan arsip arsip saja. Karena takut dikira sebagai tamu tak diundang , mereka memutuskan untuk segera cabut dari ruangan itu. Kebetulan lift sedang posisi naik, tanpa pikir panjang mereka masuk lift dan ikut naik…”Slamet” kata mereka dalam hati.

Ketika lift sampai lt 7 dan dah kembali posisi turun, naik seorang satpam yang kemudian mencet angka 3. Seorang yang mungkin temannya dan sudah terlebih dahulu ada di dalam lift baertanya,”Ngapain lo mo ke Lt3?” Jawab pak Satpam,” Mau ngecek siapa tahu ada orang masuk!”. Reflek Dayu dan Dhana saling berpandangan…dalam benaknya mereka terbayang pikiran yang sama,…seandainya tadi tidak ikut lift naik ke atas kira kira apa ya yang akan dilakukan pak satpam saat menemukan mereka berada berdua di ruangan lt3 itu…………apakah mereka akan di curigai sebagai tamu tak di undang atau sebagai sepasang pasangan yang akan berbuat mesum? Hehe makanya Day…bisa baca tuh di gunakan jangan asal masuk kanto

Gadis Kecil Berpita Merah

Januari 21, 2009

Gadis kecil berpita merah

“Ayah…ulangan matematikaku dapat 9!”, Mimi berlari menghambur ke pelukan Ayahnya. Sang Ayah menyambut dengan hangat, ”Nah ini baru anak Ayah!” besok Minggu kamu boleh ikut Ayah memancing. Anak perempuan ko diajari mancing…ga pantes Yah! Sang Ibu yang lagi sibuk menyetrika menimpali obrolan mereka. Tdak apa apa, justru nanti kalau sudah besar biar bisa nyari ikan sendiri jadi bisa hemat tidak perlu beli, sergah sang Ayah.

Begitulah kehidupan sehari hari keluarga ini, membuat Mimi gadis kecil yang suka berpita merah merasa bahagia. Berada diantara ayah dan ibunya yang dia rasa begitu menyanyanginya, walau dengan cara yang berbeda. Sang Ibu mendidiknya untuk selalu taat ber ibadah, berdisiplin dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, sedangkan sang Ayah cenderung memanjakan dan membebaskan dia melakukan apa yang dia suka.

Tidak mengherankan Mimi lebih dekat dengan Ayahnya, jadi walaupun dia perempuan dia bisa bermain bola, bulu tangkis, catur, membuat layang-layang dan gemar memancing. Apa yang sang Ayah suka menurun pada Mimi. Bahkan watak dan sifat Mimi lebih mirip dengan sang ayah dari pada dengan sang Ibu.

Sang Ayah sangat suka mengajak jalan jalan, ke pantai, ke kebun binatang atau ke pasar malam. Setiap pulang dari jalan jalan selalu mampir makan di restoran. Mimi sangat bahagia, tidak pernah terlintas dalam pikirannya kenapa Ibu tidak pernah ikut berjalan jalan bersama mereka. Padahal sang Ibu bukan wanita karir, yang tidak punya cukup waktu. Mimi juga sering di ajak main ketempat teman-teman sang Ayah, dan yang membuat dia senang tiap pulang dari rumah teman Ayah dia selalu diberi hadiah. Dia tidak bernah bertanya, kenapa teman sang Ayah kebanyakan perempuan?

Sebaliknya sang Ibu hanya suka mengajaknya ke Gereja, dimana setiap sampai dia akan dimasukkan dalam sekolah Minggu dan sang Ibu ikut kebaktian. Mimi sangat senang mengikuti sekolah Minggu, dia bisa mendengar cerita dari suster dan kakak kakak pemimbing. Dia tidak bernah bertanya kenapa Ayah tidak pernah ikut ke Gereja tiap Minggu, atau kenapa Ayah pergi ke Gereja tiap Natal dan Paskah saja? Kenapa dirumah Ibu selalu berdoa sedangkan Ayah tidak.

Mimi gadis kecil berpita merah sungguh menikmati masa kanak-kanaknya., tiap malam bisa tidur nyenyak, bermimpi ketemu peri kecil yang baik hati, sebagaimana pikiran anak-anak yang polos dan sederhana. Tidak pernah terbebani oleh masalah masalah dan kekawatiran kekawatiran sebagaimana orang dewasa. Sungguh menyenangkan menjadi seperti Mimi

Interview

Januari 21, 2009

Interview

Tadi siang aku “dipaksa” temenku anterin interview di kawasan Kemang, ya itung itung sekalian keluar makan siang maka tak anter dia. Lokasi interview di kawasan bisnis, jadi yang ada di pikiran pasti perusahaan Ok neh.. Tiba di lokasi ternyata tempatnya ga sesuai yang dipikirkan. Jadi yang awalnya gw cuma harus nunggu di mobil terpaksa ikut menemani turun. Sampai di dalam ditanya mo ketemu siapa temenku bilang Pak Edwin, Kata resepsionisnya beliau digedung sebelah jadi dari sini lewat pintu darurat naik ke lantai satu terus belok kiri.

Wow…menyeramkan sekali tempatnya, aku bilang temenku balik aja dah kayaknya sangat tidak representative…tapi temenku bilang dah terlanjur nyampai sekalian aja dah. Sampai di lantai satu kami bingung yang mana ruangannya, karena disitu ada banyak ruangan dan ga ada papan namanya. Sekalinya ada orang lewat di situ waktu ditanya maaf saya orang baru ga tahu…akhirnya temenku mengetuk satu persatu pintu yang ada (semangat banget kan..), dan perjuangannya ga sia sia, dia bisa menemukan tempat yang dia cari.

Lagi lagi aku tidak beruntung…karena temenku tidak berani masuk sendiri jadi mesti aku temenin. Temenku di suruh mengisi biodata…dan aku nungguin (jadi inget waktu nungguin adikku masuk TK hehe). Bete sebenarnya…tapi untuk teman ga masalah. Begitu dia di panggil untuk interview gw keluar ruangan dan gw tunggu dia diluar. Sepuluh menit kemudian temenku keluar sambil senyum senyum. Ketika gw tanya gimana hasilnya? Dia bilang,” Pak Edwin ganteng banget dan kayaknya dia naksir gw dah, dia langsung rekomendasiiin gw ketemu ma bosnya!”.

Gw bilang jangan kepedean, perasaan lo aja kali dia sekedar ngetes hehe……trus kapan ketemu bosnya? Besok jam 1 an., tapi tenang aja gw ga minta lo anter lagi..karena gw dah janjian ma pak Edwin..Tapi ko kayaknya gw lebih tertarik ma pak Edwin ya dari pada Job disnya…!”

Dasar sableng, nyesel gw dah meluangkan waktuku hari ini kalau tahu hasilnya begini…Teman tega sekali kau

Hujan datang banjir datang

Januari 19, 2009

Susahnya Kalau Jakarta Hujan

Sudah tiga hari Jakarta diguyur hujan terus, tiap pagi mo berangkat kantor males banget rasanya. Tapi hari ini aku semangati diriku untuk berangkat. Aku hibur diriku bahwa anak sekolah lebih menderita lagi, karena mesti masuk jam 6.30 Wib. Aku jadi ingat jaman sekolah dulu..masuk jam 07.00 pulang jam 14.00 Wib. Masuk jam segitupun aku sering telat, kalau ga telat sampai pelajaran pertama otak belum loading…ga kebayang kalau aku harus sekolah sekarang…bisa bisa ke sekolah ga pernah mandi n sarapan.

Dengan senyum kecut aku berangkat kerja, keluar gang cari cari ojek ga ada satupun yang mangkal (mungkin mereka memilih melanjutkan tidur daripada berhujan hujanan) Terpaksa jalan kaki ke tempat mikrolet. Belum jauh jalan hujan semakin deras pakai angin pula kali ini. Yach…payungku tak mampu melindungi diriku, basah semua bajuku. Mo balik ke rumah tanggung..akhirnya aku nekat tetap jalan. Basah kuyup akhirnya aku sampai kantor. Untung di kantor aku sedia baju ganti. Sampai kantor seperti biasa mengerjakan pekerjaan rutin, hari ini rencana aku ga keluar kantor disamping ada pekerjaan yang harus aku selesaikan cuaca di luar kurang menukung.

Tapi tiba tiba teleponku berdering…seorang klian ingin bertemu, aku sarankan besok saja tidak bisa, mesti hari ini. Aduhhhh…mo ga mo aku mesti pergi, dengan mobil kantor aku menerobos hujan sambil berdoa semoga tidak kejebak banjir, tempat klianku melewati daerah yg rawan banjir. Benar saja memasuki kawasan tersebut macet cukup panjang dan beberapa saat kemudian ada orang teriak teriak banjir..banjir..mampuslah saya mo balik ga mungkin, akhirnya pelan pelan mobil tetap jalan…aku liat mobil di depan udah seroda kerendam air, mobil sedan sebelahku dah keluar asap….aku panik sekali. Pelan pelan mobilku jalan terus, dan syukurlah mobilku bisa melaju dan tidak macet di tengah jalan…aku bisa keluar dari daerah banjir mesti air sempat masuk dalam knalpot.

Susahnya kalau Jakarta Hujan

Ketika sahabat ada

Januari 19, 2009

Sahabatku

Januari 19, 2009

Agenda Off Air 2009

Januari 16, 2009

1. ROADSHOW PENGOBATAN GRATIS (Family)

Pelaksanaan: Januari- Desember 2009 tiap satu bulan sekali

Diskripsi : Merupakan program pengobatan gratis kepada masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang dilaksanakan secara reguler dan berpindah-pindah dari satu kampung ke kampung yang lain. Program ini melibatkan 10 tenaga medis dan para medis

Lokasi : kampung-kampung

Peserta : 200 / event

Format : off air dan liputan news

Branding off air sponsor : Sampling produk di lokasi . Kaos untuk panitia / kru

Audience : 300

Sponsor Utama : Rp 20,000,000, / bln/ satu kali event

2. KONSER MUSIK (Family)

Pelaksanaan : Juni 2009

Diskripsi : Program hiburan berupa konser musik group band

papan atas di Jogja

Lokasi : Alun Alun

Audience : 10.000

Format : off air dan on air

Branding Off Air sponsor: Sampling, selling, Stand, Umbul-Umbul, adlips

produk nolid oleh presenter

Sponsor Utama : Rp 200,000,000,-

3. BUKA PUASA ALA WONG JOGJA (Family)

Pelaksanaan : Agustus 2009

Diskripsi : Merupakan acara Ramadhan berupa kunjungan ke

rumah publik figur di Jogja untuk berbincang bincang

seputar ramadhan dan menu buka puasa

andalannya

Lokasi : Rumah narasumber

Format : off air dan on air

Branding Off Air sponsor : Umbul-Umbul, Goody Bag, adlips produk nolid oleh

presenter, hadiah, kaos,

Sponsor Utama : Rp 50,000,000,-

4. SEMARAK HUT HOGJA TV (Family)

Pelaksanaan : Oktober 2009

Diskripsi : Rangkaian kegiatan seminar budaya, bakti sosial,

festival campur sari dan jathilan, pentas musik yang

semuanya diikemas secara menarik

Lokasi : Alun-alun

Format : off air dan on air

Branding Off Air sponsor : Sampling, selling, Umbul-Umbul, Goody Bag, adlips

produk nolid oleh presenter, hadiah, kaos, spanduk

Audience : 10.000

Sponsor Utama : Rp 500,000,000,-

5. MENYAMBUT TAHUN BARU 2010 (Family)

Pelaksanaan : Desember 2009

Diskripsi : Pentas musik

Lokasi : Alun-alun

Audience : 10.000

Format : off air dan on air

Branding Off Air sponsor : Sampling, selling, Umbul-Umbul, adlips produk

nolid oleh presenter, hadiah, kaos kru, spanduk

Sponsor Utama : Rp 200,000,000,-

Uang Bukan Segalanya

April 15, 2008

Uang bukan segalanya

Uang bisa membeli rumah,

Tapi tida untuk membeli kenyamanan

Uang bisa membeli tempat tidur,

Tapi tidak untuk membeli tidur nyenyak

Uang bisa membeli buku,

Tapi tidak bisa membeli pengetahuan

Uang bisa memberikan jabatan,

Tapi tidak bisa memberikan hormat

Uang bisa membeli obat

Tapi tidak kesehatan

Jadi tahukan sekarang, uang itu bukan segalanya

Uang itu sering membawa penderitaan

Aku memberitahukan hal ini karena aku temanmu

Dan sebagai teman, aku ingin mengambil alih semua penderitaanmu

Jadi kirimkanlah semua uangmu dan biar aku saja yang menderita

Tuhan Memakaimu

April 15, 2008

Tuhan Memakai

Tuhan memakai masalah untukmenuntunmu

Kadang-kadang Tuhan harus membakar tempat kenyamananmu agar kamu bisa berpindah. Masalah sering membawa kita ke tempat yang baru dan memotivasi kita untuk berubah. Dengan masalah dan situsai yang menyakitkan Tuhan sedang mencoba menggambil perhatian kita supaya kita mau mengubah cara jalan kita

Tuhan memakai masalah untuk mengujimu

Manusia seperti teh celup, jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam ar panas! Tuhan menguji imanmu lwat masalah-masalah supaya terbuka pikiranmu dan mengerti tentang kebenaran

Tuhan memakai masalah untuk mengoreksimu

Kamu akan mempelajari dan menghargai nilai dari sesuatu melalui kegagalan yang menyakitkan: kesehatan, uang, hubungan dengan menghilangkannya.

Tuhan memakai masalah untuk melindungimu

Suatu masalah kadang kadang akan lebih memberkatimu jika masalah itu mencegahmu untuk jatuh ke masalah yang lebih merugikanmu. Bulan lalu seorang teman dipecat karena menolak mengerjakan sesuatu yang tidak beretika oleh atasannya. Kehilangan pekerjaan adalah masalah baginya, tetapi ia terselamatkan dari hukuman penjara setelah beberapa waktu lalu tindakan atasannya terungkap.

Tuhan memakai masalah untuk menyempurnakanmu

Masalah jika di tanggapi dengan benar, membangun karakter kita, Tuhan lebih tertarik pada karaktermu dari pada kesenanganmu. Hubunganmu dengan Tuhan dan karaktermu adalah dua hal yang kekal. Bersuka cita ketika kita sedang menghadapi masalah sebab masalah menolong kita untuk belajar bersabar dan kesabaran membentuk karakter kita serta membuat kita menjadi percaya.

Baca lebih lanjut

Belajar dari Spongebob

April 14, 2008

Baca lebih lanjut

Agenda off Air ku yang butuh sponsor

April 12, 2008

1. ROADSHOW PENGOBATAN GRATIS (Family)

Pelaksanaan : Januari- Desember 2008 tiap satu bulan sekali

Diskripsi : Merupakan program pengobatan gratis kepada masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang dilaksanakan secara reguler dan berpindah-pindah dari satu kampung ke kampung yang lain. Program ini melibatkan 10 tenaga medis dan para medis

Lokasi : kampung-kampung

Peserta : 200 / event

Format : off air dan liputan news

Branding off air sponsor : Sampling produk di lokasi . Kaos untuk panitia / kru

Audience : 300 Baca lebih lanjut

Salam

April 11, 2008

Belajar jadi blogger 🙂